SMP Muhammadiyah Peringati Isro' dan Mikroj 1447 H
Acara Peringatan Isra' Mi'raj 1447 H di SMP Muhammadiyah ini mengangkat isu-isu yang sangat relevan dan krusial bagi tumbuh kembang remaja saat ini. Dengan kombinasi narasumber yang ahli di bidangnya, dialog ini berpotensi menjadi sarana edukasi spiritual dan moral yang kuat.
Berikut adalah rangkuman struktur pemaparan berdasarkan tema dan narasumber yang Anda sebutkan:
________________________________________
Dialog Interaktif: Isra' Mi'raj & Tantangan Generasi Z
1. Rahasia Besar di Balik Shalat Lima Waktu
Narasumber: Ust. Ali Muhaidori, S.Hi. membedah sisi syariat dan filosofis mendalam mengapa shalat menjadi "oleh-oleh" utama dari perjalanan Isra' Mi'raj.
• Poin Utama: Shalat bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan ruhani untuk recharging energi positif.
• Rahasia: Bagaimana frekuensi shalat lima waktu menjaga ritme biologis dan ketenangan jiwa manusia di tengah hiruk-pikuk dunia.
2. Bahaya Miras dan Narkotika
Narasumber: Ust. Jamaluddin, S.Ag. Dengan latar belakang Sarjana Sosial Keagamaan, beliau dapat menyoroti dampak destruktif zat adiktif dari sisi sosial dan masa depan remaja.
• Poin Utama: Miras dan narkoba adalah Ummul Khaba'its (induk dari segala kejahatan).
• Dampak: Kerusakan sel otak, hancurnya struktur keluarga, dan hilangnya produktivitas sebagai kader Muhammadiyah.
3. Hukum Berpacaran Menurut Syariat Islam
Narasumber: Ustadz Ali Sugiyono, LC. Sebagai Sarjana Hukum Islam, beliau akan memberikan tinjauan hukum yang tegas namun tetap komunikatif bagi siswa SMP.
• Poin Utama: Islam sangat memuliakan wanita dan menjaga kehormatan laki-laki melalui konsep hijab dan menjaga pandangan.
• Argumen: Menjelaskan mengapa pacaran dianggap mendekati zina (la taqrabu zina) dan bagaimana menyalurkan energi kasih sayang melalui prestasi dan bakti kepada orang tua.
________________________________________
Kesimpulan Pesan Utama Acara
Perjalanan Isra' Mi'raj adalah simbol peningkatan kualitas diri. Dengan menjaga shalat, menjauhi narkoba, dan menghindari pergaulan bebas (pacaran), siswa SMP Muhammadiyah diharapkan menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bersih secara moral dan kokoh secara spiritual.
Berikut adalah rangkuman struktur pemaparan berdasarkan tema dan narasumber yang Anda sebutkan:
________________________________________
Dialog Interaktif: Isra' Mi'raj & Tantangan Generasi Z
1. Rahasia Besar di Balik Shalat Lima Waktu
Narasumber: Ust. Ali Muhaidori, S.Hi. membedah sisi syariat dan filosofis mendalam mengapa shalat menjadi "oleh-oleh" utama dari perjalanan Isra' Mi'raj.
• Poin Utama: Shalat bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan ruhani untuk recharging energi positif.
• Rahasia: Bagaimana frekuensi shalat lima waktu menjaga ritme biologis dan ketenangan jiwa manusia di tengah hiruk-pikuk dunia.
2. Bahaya Miras dan Narkotika
Narasumber: Ust. Jamaluddin, S.Ag. Dengan latar belakang Sarjana Sosial Keagamaan, beliau dapat menyoroti dampak destruktif zat adiktif dari sisi sosial dan masa depan remaja.
• Poin Utama: Miras dan narkoba adalah Ummul Khaba'its (induk dari segala kejahatan).
• Dampak: Kerusakan sel otak, hancurnya struktur keluarga, dan hilangnya produktivitas sebagai kader Muhammadiyah.
3. Hukum Berpacaran Menurut Syariat Islam
Narasumber: Ustadz Ali Sugiyono, LC. Sebagai Sarjana Hukum Islam, beliau akan memberikan tinjauan hukum yang tegas namun tetap komunikatif bagi siswa SMP.
• Poin Utama: Islam sangat memuliakan wanita dan menjaga kehormatan laki-laki melalui konsep hijab dan menjaga pandangan.
• Argumen: Menjelaskan mengapa pacaran dianggap mendekati zina (la taqrabu zina) dan bagaimana menyalurkan energi kasih sayang melalui prestasi dan bakti kepada orang tua.
________________________________________
Kesimpulan Pesan Utama Acara
Perjalanan Isra' Mi'raj adalah simbol peningkatan kualitas diri. Dengan menjaga shalat, menjauhi narkoba, dan menghindari pergaulan bebas (pacaran), siswa SMP Muhammadiyah diharapkan menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bersih secara moral dan kokoh secara spiritual.