Spiritualitas di Era Digital

SUBAIM – Acara Peringatan Isra' Mi'raj 1447 H di SMP Muhammadiyah Subaim mengangkat isu-isu yang sangat relevan dan krusial bagi tumbuh kembang remaja saat ini. Dengan kombinasi narasumber yang ahli di bidangnya, dialog ini menjadi sarana edukasi spiritual dan moral yang sangat kuat bagi para siswa.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula sekolah ini tidak hanya membahas sejarah perjalanan malam Rasulullah SAW, tetapi juga menarik benang merah bagaimana nilai-nilai shalat dapat menjadi perisai dari dampak negatif pergaulan bebas dan degradasi moral.

Rangkuman Dialog Inspiratif

Beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam diskusi tersebut antara lain:

Shalat sebagai "Filtering" Konten Negatif: Narasumber menekankan bahwa perintah shalat yang diterima Rasulullah dalam Isra' Mi'raj adalah alat kontrol diri. Di era media sosial, shalat melatih remaja untuk tetap memiliki "rem" dalam bertindak dan berkomentar.

Kesehatan Mental dan Sujud: Diskusi juga menyentuh sisi psikologis, di mana kedekatan dengan Sang Pencipta melalui sujud dapat menjadi solusi atas kegelisahan dan tekanan mental yang sering dialami remaja Gen Z.

Integritas Kader di Tengah Perubahan: Menghubungkan dengan pesan Ust. Sugiyono, Lc. dan Bapak Rusman, S.Pd. sebelumnya, Isra' Mi'raj diajarkan sebagai simbol lompatan kualitas diri (mi'raj) dari pribadi yang biasa menjadi pribadi yang luar biasa.

Sinergi Seluruh Elemen Sekolah

Kepala Sekolah, Bapak Tukiman, S.Pd.I., dalam arahannya menyampaikan bahwa peringatan besar Islam tahun ini harus menjadi titik balik perbaikan adab siswa. "Gedung kita sedang dipercantik oleh Lazismu, maka hati dan perilaku siswa juga harus 'direhabilitasi' melalui hikmah Isra' Mi'raj ini," pungkas beliau.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberkahan bagi para donatur yang telah membantu pengembangan SMP Muhammadiyah Subaim. Pimpinan Ranting IPM yang baru dilantik pun turut ambil bagian sebagai panitia pelaksana, menunjukkan kematangan organisasi yang kian solid.

"Mendirikan Shalat, Menjaga Martabat" Nuun Wal Qolami Wamaa Yasthuruun.