SUBAIM – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan upacara bendera rutin di SMP Muhammadiyah Subaim, Senin pagi. Berbeda dari biasanya, upacara kali ini dipimpin langsung oleh Ustadz Sugiyono, Lc., yang bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya yang memukau, Ustadz Sugiyono tidak hanya bicara soal baris-berbaris, melainkan membedah korelasi mendalam antara ibadah shalat dengan etos kerja seorang muslim, terutama bagi para pelajar.
Shalat sebagai "Training Center" Karakter
Beliau menekankan bahwa shalat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan latihan harian untuk membentuk mentalitas kerja yang unggul.
"Jika seseorang menjaga shalatnya tepat waktu, maka ia sedang melatih manajemen waktu yang paling ketat. Pelajar yang disiplin shalatnya, pasti akan disiplin dalam belajarnya," tegas Ustadz Sugiyono di hadapan ratusan siswa dan guru.
3 Poin Utama Etos Kerja dalam Shalat
Dalam orasinya, beliau membagi tiga nilai utama yang bisa diambil dari shalat untuk diterapkan dalam dunia pendidikan:
Kedisiplinan Waktu (Time Management): Shalat memiliki jadwal yang tetap. Ini mengajarkan siswa untuk menghargai setiap detik dan tidak menunda pekerjaan (tugas sekolah).
Fokus dan Konsentrasi (Focusing): Kekhusyukan dalam shalat adalah latihan mental untuk fokus pada satu tujuan. Dalam belajar, kemampuan fokus adalah kunci kesuksesan.
Integritas (Ketaatan pada Aturan): Shalat memiliki rukun dan syarat yang tidak boleh dilanggar. Begitu juga dalam bekerja dan belajar, ada etika dan aturan yang membentuk integritas diri.
Dampak Positif bagi SMP Muhammadiyah Subaim
Kepala Sekolah dan para guru menyambut hangat pesan ini. Di tengah semangat rehabilitasi gedung sekolah yang sedang berjalan bersama Lazismu, pesan Ustadz Sugiyono menjadi bahan bakar mental bagi seluruh warga sekolah.
"Gedung boleh direhabilitasi agar baru, tapi mentalitas dan etos kerja kita juga harus terus diperbaharui lewat ibadah yang benar," tambah salah satu guru senior.
Momen Upacara Senin Pagi
Upacara ditutup dengan doa bersama untuk keberlanjutan pembangunan sekolah dan kesuksesan para siswa dalam menempuh ujian yang akan datang. Kehadiran tokoh agama seperti Ustadz Sugiyono di tengah-tengah upacara memberikan warna baru yang lebih religius dan semangat bagi SMP Muhammadiyah Subaim di tahun 2025 ini.